Tampilkan postingan dengan label HeHo Says. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HeHo Says. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

Tujuh nasehat Sa'adi

Tujuh nasehat Sa'adi (murid Syech Abdul Qodir Jaelani):

1  Kekayaan adalah diperuntukkan bagi kesenangan hidup dan bukan hidup untuk memperoleh kekayaan. mereka bertanya kepada seorang bijak. "Siapakah yang beruntung dan siapa yang merugi?. Ia berkata, Keuntungan adalah bagi siapa yang
menabur dan menuai, sedang yang tidak beruntung adalah orang yang meninggal dunia dan meninggalkan ketidak beruntungan dibelakangnya.

2. Suatu bangsa diperindah oleh orang-orang terpelajar dan suatu agama diperindah oleh pemeluknya yang saleh.

3. Jangan membuka semua rahasiamu kepada teman-temanmu, karena suatu hari mungkin mereka akan menjadi musuhmu, dan jangan melakukan semua kejahatanmu terhadap musuhnmu, boleh jadi mereka akan menjadi temanmu.

4. Sebuah gagasan yang ingin engkau rahasiakan jangan diceritakan kepada seseorang, betapapun engkau mempercayainya, karena engkau sendiri tidak dapat menyimpan rahasiamu, jangan berharap orang lain dapat lebih darimu (dalam menjaga rahasia). Lebih baik berhati-hati daripada berkata pada orang lian, kemudian mengharapkan agar mereka mau menyimpan rahasia. Jangan berkata pada siapapun apa yang engkau tidak ingin setiap orang mengetahuinya.

5. Untuk mengecek mawar yang indah adalah terletak pada baunya, bukan pada perkataan pemilik kebun. Orang bijak seperti sekuntum bunga mawar yang mekar, meskipun diam semerbak harum baunya. Sementara orang dungu ibarat sebuah tong,
nyaring bunyinya kosong isinya (tidak berilmu dan tidak bermanfaat untuk orang lain).

6. JIka engkau mendengar berita yang menyakitkan hati, lebih baik diam.  Jadilah seperti burung bulbul, membawa berita baik dimusim semi dan meninggalkan berita buruk bagi burung hantu

7. Kesabaran mengantar kita pada keberhasilan, kekerasan mengantar pada kekecewaan.


Sa'adi As Sirozi adalah murid utama Syekh Abdul Qodir Jaelani
Dikutip dari History of Islamic Origins of Western Education AD 800-1350, (Mehdi Nakosteen, 1964) Sufi (Edisi Edisi 5)

Dosa Onani Saat Puasa, Bagaimana Membayarnya?

Assalamualaikum wr wb
Ustadz, ketika saya masih di SMP saya pernah melakukan dosa besar. Ketika puasa di bulan
Ramadhan saya pernah melakukan onani. Saya ingin membayarnya tetapi saya tidak ingat berapa kali
saya melakukannya. Mohon nasehatnya ustadz. Apa yang harus saya lakukan?
Wassalamualiakum wr wb
Herlansyah Saputraherlan at eramuslim.com
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apabila saat masih di SMP itu anda belum baligh, maka tidak ada kewajiban anda untuk mengganti
puasa yang pernah anda tinggalkan. Tetapi kalau saat itu sudah baligh, maka yang perlu anda
lakukan adalah bagaimana mengganti puasa yang rusak akibat onani.
Jumlahnya tentu sebagai hari yang rusak puasanya karena onani. Tapi bila dilakukan beberapa kali
dalam satu hari yang sama, yang diganti hanya satu hari saja, tidak dihitung per jumlah onani yang
dilakukan.
Bila sudah lupa jumlahnya, anda bisa mengirangira
sendiri. Dan ada baiknya diperbanyak untuk
berjagajaga
agar tidak kurang dari jumlah yang seharusnya. Kalau lebih, maka juga tidak akan siasia,
karena akan menjadi amal tambahan buat diri kita sendiri.
Yang dimaksud dengan onani ini adalah melakukan berbagai aktifitas sensual yang mengakibatkan
keluarnya sperma, baik dengan tangan atau dengan media lainnya. Namun bila tidak sampai keluar
sperma, meski tetap tidak boleh dilakukan, puasanya belum batal. Bila sampai meneluarkan sperma
barulah membatalkan puasa.
Namun perlu juga diketahui bahwa onani yang sampai mengeluarkan sperma dan membatalkan
puasa, tidak mewajibkan kaffarat sebagaimana hubungan seksual sungguhan dengan lain jenis.Bila
benarbenar
melakukan hubungan seksual meski tidak sampai keluar sperma, hukumannya sangat
berat.
Para ulama mengatakan hukumannya adalah hukuman berjenjang, mulai dari yang paling berat lebih
dahulu, yaitu
1. Membebaskan seorang budak, bila tidak sanggup karena harga budak sangat mahal maka:
2. Berpuasa 2 bulan berturutturut,
bila tidak punya daya lagi karena misalnya sudah jompo atau
sakitsakitan,
maka hukumannya adalah:
3. Memberi makan 60 orang fakir miskin.
Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:
Dari Abi Hurairah ra, bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan berkata,C e” laka aku ya
Rasululla.hA ” “pa yang membuatmu celaka ?A“ ku berhubungan seksual dengan isteriku di bulan
Ramadha.n ” Nabi bertanya ,A” pakah kamu punya uang untuk membebaskan budakA ?“k“ u tidak
punyAa .“p” akah kamu sanggup puasa 2 bulan berturutturuTt
?i” d” aAk .“p” akah kamu bisa memberi
makan 60 orang fakir miskinT ?i” “dak .K” emudian duduk. Lalu dibawakan kepada Nabi sekjeranjang
kurma maka Nabi berkata,A ”mbilah kurma ini untuk kamu sedekahkan .O” rang itu menjawab lagi,
A”dakah orang yang lebih miskin dariku? Tidak lagi orang yang lebih membutuhkan di barat atau
timur kecuali aku .M” aka Nabi SAW tertawa hingga terlihat giginya lalu bersabda,B a” walah kurma ini
dan beri makan keluargamu .(” HR Bukhari: 1936, Muslim: 1111, Abu Daud 2390, Tirmizy 724, AnNasai
3115 dan Ibnu Majah 1671)
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Cara Niat Puasa

Assalamualaikum wr. wb.
Pak ustadz, langsung saja, saya mau tanya bagaimana cara berniat puasa yang benar? Apakah harus
kita lafazkan atau dengan kita sengaja berpuasa secara otomatis kita telah berniat untuk puasa? Saya
pernah dengar niat itu artinya sengaja jadi kalau kita sengaja melakukan puasa berarti sudah berniat
tanpa harus dilafazkan. Mohon dijelaskan.
Assalamualai kum wr. wb.
Wanda Adi Putralenda at eramuslim.com
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Niat adalah syarat sah semua ibadah. Tanpa niat
maka semua jenis ibadah tidak sah dilakukan.
Misalnya seorang yang melakukan puasa di bulan Ramadhan, tapi dia tidak meniatkannya sejak
malam (tabyiitunniyah), maka dia tetap haram makan dan minum di siang hari, namun puasanya
tidak sah. Di hari lain, dia wajib mengganti puasanya yang tidak dilandasi niat sebelumnya.
Namun niat melakukan ibadah berbeda dengan melafadzkan niat. Lafadz nawaitu shauma ghadin...
bukanlah niat itu sendiri, melainkan hanya merupakan lafadz dari niat. Niat itu sendiri adanya di
dalam hati.
Ketika seseorang berpuasa dan menyengaja di dalam hatinya bahwa dirinya akan melakukan puasa,
itu namanya niat. Sebaliknya, seorang yang melafazkan lafadz niat, belum tentu di dalam hatinya
berniat melakukan puasa.
Misalnya, seorang guru TK sedangkan mengajarkan lafadz itu di depan muridmuridnya,
meski dia
mengulangulang
lafadz itu belasan kali, tetapi kita tidak mengatakan bahwa ibu guru TK itu sedang
berniat untuk puasa esok harinya. Dia hanya melafadzkannya saja, tanpa meniatkannya di dalam hati.
Demikian juga seorang dubber (pengisi suara) yang sedang rekaman. Meski dia merekam suara yang
melafazkan niat puasa, belum tentu di dalam hatinya dia berniat untuk puasa esok harinya.
Sebaliknya, seseorang mungkin saja berniat untuk puasa esok harinya, meski lidahnya tidak
melafadzkan apapun. Sebab tempat niat itu memang bukan di lidah, melainkan apa yang terbersit di
hati.
Sebagian ulama yang terlalu berhatihati
dengan masalah niat ini, sehingga saking tingginya kehatihatiannya,
sampaisampai
mereka menganjurkan untuk melafadzkan saja niat itu dengan lisan.
Mungkin maksudnya, bisa lebih pasti dan lebih mantap, paling tidak bisa menjamin bahwa dirinya
sudah berniat. Meski mereka tidak mewajibkannya, namun mereka menganjurkannya.
Sebagian kalangan lainnya mengatakan bahwa melafadzkan niat itu tidak menjadi kewajiban, syarat
atau apapun. Bahkan kalau sampai ke tingkat keyakinan bahwa melafazkan niat itu suatu keharusan,
sudah termasuk mengadaadakan
perkara baru di dalam agama, padahal tidak diperintahkan dan
tidak juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Tentu saja masalah ini sangat panjang diperdebatkan oleh para ulama, mulai dari yang menganjurkan
sampai kepada yang membid'ahkannya. Semua tentu berangkat dari ingin mencapai kesempurnaan
dalam beribadah kepada Allah SWT. Bahwa di tengah jalan mereka berbeda pandangan, hal itu sangat
wajar dan manusia, bahkan sejarah khilaf fiqih sudah dimulai sejak nabi masih hidup. Tidak ada yang
perlu dikhawatirkan, selama kita tetap saling santun kepada sesama.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Serak

Jika Anda Serak atau Kehilangan Suara

satuwanita.com – Serak atau hilangnya suara pada umumnya berkaitan dengan peradangan dan pembengkakan pita suara atau laryngitis, namun tidak tertutup disebabkan oleh hal lainnya. Penyebabnya cukup kompleks, mulai dari yang ringan sampai yang berat sehingga butuh diagnosa dan penanganan dokter sejak dini.
Buku Dokter di Rumah Anda akan membantu Anda menelusuri kira-kira apa penyebab terganggunya kemampuannya bergetar secara normal.


Infeksi tenggorokan yang terjadi karena Anda baru sembuh dari demam, batuk, atau sakit tenggorokan bisa saja menyerang tali suara dan mengarah ke laryngitis.

Peradangan atau pembengkakan tenggorokan alias laryngitis. Demam adalah pemicu utamanya dan mayoritas serak atau kehilangan suara tiba-tiba disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan pada tali suara.

Pemakaian tali suara berlebihan. Ini mungkin terjadi karena Anda baru saja latihan paduan suara ,konser atau menjadi panitia sebuah acara yang menguras suara dan energi Anda. Akibatnya tali suara Anda meradang.

Daging tumbuh di kantung suara. Tanda-tandanya antara lain serak terus-menerus selama 2 minggu atau lebih. Biasanya menyerang mereka yang berusia di atas 40 tahun dan pencandu berat rokok.

Inflamasi pada tali suara. Peradangan kronis ini biasanya disebabkan oleh konsumsi yang tinggi akan rokok dan minuman beralkohol.
Jika Anda mengalami problema serupa, ada beberapa langkah penyembuhan yang bisa Anda coba. Misalnya saja hindari atau hentikan sementara kebiasaan Anda merokok atau minuman keras. Jangan terlalu banyak kena angin malam. Kemudian istirahatkan suara Anda sebanyak mungkin, dan usahakan meminum banyak cairan seperti aspirin cair atau paracetamol untuk meredakan gejala demamnya. Dan segeralah ke dokter terdekat, agar serak Anda cepat sembuh.

Selayang Pandang tentang Studi Psikologi Islam al-Azhar

Oleh: Anisia Kumala Masyhadi

Studi psikologi di Azhar masuk dalam kategori studi ilmu-ilmu umum, karena jurusan psikologi tersebut berada di bawah fakultas Humaniora,  dan merupakan fakultas yang tergolong baru, sebab resmi mengeluarkan alumni perdananya pada tahun 1996. selain jurusan psikologi, fakultas Humaniora juga meliputi jurusan Sosiologi, Sejarah dan Perdaban, Geografi, Tarbiyah, Tarjamah Bahasa-Bahasa Barat (Spanyol, Jerman, Inggris, Perancis dll), dan sastra-sastra Bahasa-bahsa Timur (lughoh Syarqiyyah) seperti Urdu, Persia, Ibrani dll, dengan masa perkuliahan rata-rata untuk tiap jurusan (S1) adalah empat tahun.

Mengapa Psikologi?
Mengingat bahwa Azhar dalam keabadiannya sampain saat ini mampu memupuk citra dirinya sebagai ‘ka’bat al-qushod’ bagi para penuntut ilmu dari segala penjuru dunia, ditambha dengan dukuknga citra Kairo sebagai kota ilmu dan intelektual, maka sudah sepantasnya bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu di kota seribu menara ini, khususnya di ruang-ruang kuliah Azhar, paling tidak agar memperhatikan beberapa pandangan dasar berikut ini:
Pertama, pandangan bahwa dalam konteks dakwah , umat Islam dianjurkan untuk berbagi tugas melalui bidang garapan dan spesialisasi masing-masing, sehingga dalam bidang da’wah umat Islam dapat memasuki semua lini kehidupan.
Kedua, mengamati realitas empiris akan minimnya sarjana-sarjana psikologi Islam di tanah air, khususnya yang dari Timur Tengah. Padahal, bidang psikologi merupakan aspek penting dalam bidang dakwah dalam konteks modern sekarang ini. Artinya, bahwa pendekatan psikologis dalam berdakwah menjadi tidak dapat dielakkan lagi, mengingat semakin tingginya tingkat kemajemukan dan keanekaragaman watak dan budaya manusia akibat desakan gencar arus modernisasi, globalisasi maupun industrialisasi.
Ketiga, pertimbangan habitat bagi psikologi. Dalam suatu cara pandang tertentu, bidang-bidang semacam psikologi, pendidikan, dan lain sebagainya itu adalah bidang0bidang yang secara ‘habitat’ sesuai dengan naluri dan tabiat alamiah kaum Hawa, misalnya naluri seorang ibu dan pendidik bagi anak-anaknya. Maka tidak terlalu mengherankan jika Azhar sendiri hanya membuka jurusan psikoloogi yang dikhususkan untuk mehasiswi saja, tidak untuk mahasiswa.
Keempat, pertimbangan orientasi kiprah artikularistik di masa depan. Pertimbangan ini berkaitan erat dengan lingkungan praksis dan dalam sudut pandang empiris,yang sebetulnya erat hubungnnya dengan pertimbangan `habitat`tadi.Bagi kaum hawa, menggambarkan bentuk kiprah artikularistik masa depan sedikit banyak mengalami dilema (walaupun tidak semuanya),dan pada umumnya sangat tergantung pada orang lain.Artinyadalam suatu pengamatan sederhana saja terhadap kenyataan sehari-hari,dengan mudah akan segera kita dapati banyak sekali kaum hawa yang
 mengalami keterputusan link antara wawasan keilmuan yang dibangunnya ketika studi dengan mosel kibrahnya dalam masyarakat. Contohnya adalah banyaknya sarjana-sarjana ekonomi atau hukum –dari kaum hawa- yang tidak mengaplisiasikan ilmunya secara sempurna, sebab dibenturkan dengan masalah-masalah internal dalam keluarga. Sementara itu, fungsi dan perannya dalam keluarga,misalnya sebagai pendidik bagi anak-anaknya, juga kurang optimal dilakukan sebab tidak memiliki pengetahuan yang cukup guna mendidik dan mengamati psikologi anaknya. Namun dengan mengambil psikologi atau pendidikan, dilema di atas –insya Allah- dapat teratasi.
Atas pertimbangan–pertimbangan di atas, maka studi psikologi Al-Azhar, dalam suatu cara pandang tertentu, kelihatannya dimaksudkan untuk menjawab dilemma itu sekaligus untuk menjembatani kebingungan menentukan model kiprah artikularistik bagi kaum hawa. Dengan kata lain, al-Azhar ingin mencetak sarjana-sarjana psikologi dari kaum hawa yang tidak lagi mengalami hambatan psikologis dalam menentukan model kiprahnya dalam masyarakat, baik kiprah di lingkungan keluarga maupun di luar keluarga yaitu dengan terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, dengan tetap memanfaatkan wawasan keilmuan yang dibangunnya ketika studi. Dengan begitu, keterputusan link, seperti tersebut di atas diharapkan tidak akan terjadi.
Artinya, bahwa dengan modal wawasan psikologi dan seperangkat ilmu pendukung lainnya, misalnya seperti pendidikan, yang bersangkutan bisa leluasa menentukan kiprahnya, di dalam  maupun di luar rumah. Jika terpaksa --atas pertimbangan-pertimbangan tertentu-- perannya hanya terbatas di dalam rumah,maka fungsi dan perannya sebagai ibu rumah tangga maupun pendidik bagi anak-anaknya dapat dilakukan secara optimal dengan dukungan secukupnya dari pengetahuan dan wawasan keilmuan (psikologi) yang didapatnya dari bangku kuliah. Sementara jika memilih kiprah di luar rumah, maka wawasan dan pengetahuan psikologi itu justru sangat bermanfaat bagi pengembangan masyarakat secara luas.
           
Sekilas perkuliahan di psikologi islam,Al-Azhar
Sebetulnya sebutan ‘Islam’ di sini tidak resmi dari Al-Azhar, artinya pihak universitas sendiri secara tidak resmi menyebutkan psikologi Islam, melainkan hanya dengan sebutan psikologi saja (ilmu nafs). Namun, setelah melihat dan mengamati subtansi dan materi-materi yang di ajarkan di jurusan psikologi ini,maka menisbatkan sebutan “Islam” dalam kata psikologi menjadi relevan. Hal ini didasari paling tidak dua alasan:
Pertama, mengingat eksistensi al-Azhar sebagi salah satu lembaga pendidikan Islam terpenting (dan tertua) di dunia, yang reputasinya dalam mengawal ajaran-ajaran dasar agama Islam di amini oleh hampir seluruh masyarakat muslim dunia, yang di mata sebagian pengamat pendidikan Islam, hal tersebut kemudian sempat memposisikan dirinya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam konservatif, di dunia. Namun, terlepas dari benar tidaknya anggapan itu, kenyataan yang di amati adalah kegigihan Al-Azhar dalam mengintregasikan kaidah-kaidah dasar ajaran agama ke dalam wawasan ilmu dan pengetahuan modern atau sebaliknya, membawa masuk wawasan ilmu dan pengetahuan modern ke dalam ruang lingkup ajaran-ajaran agama, melalui teoretisasi yang di bangun para al-salaf al-sholih. Ilmu-ilmu hukum, politik dan ekonomi (yang di ajarkan di fakultas syariah wal qonun, misalnya) di samping di ajarkan secara apa adanya ilmu-ilmu tersebut, tetapi juga di sertai suatu sajian studi komparasi yang ketat dengan berpijak pada dasar-dasar ajaran agama.
      Begitupun dalam bidang psikologi, bahwa selain di ajarkan apa adanya teori-teori tentang psikologi --yang menyangkut juga varian-varian pendukungnya seperti sosiologi, statisika, pendidikan dan lain-lainnya-- tetapi juga di ajarkan petunjuk-petunjuk Al-qur’an mengenai psikologi. Jadi katakanlah ada semacam materi psikologi Al-Qur’an, yaitu psikologi yang di bangun berdasarkkan wawasan-wawasan umum tentang manusia, perkembangan dan lingkungan sosialnya, dan lain sebagainya dalam al-Qur’an. 
Kedua, sebagai dukungan terhadap alasan pertama yaitu adanya materi al-Qur’an. Salah satu kelebihan Azhar adalah bahwa walaupun dalam lingkup studi ilmu-ilmu umum, seperti psikologi, pendidikan, perdagangan, kedokteran bahkan teknik sekalipun mahasiswa masih tetap diwajibkan untuk menghafal al-Qur’an. Apalagi bagi mahasiswa asing non arab yang balajar di fakultas-fakultas umum tadi, justru dituntut lebih banyak hafalannya daripada mahasiswa yang kuliah di fakultas-fakultas agama yaitu lima juz untuk setiap tingkatnya. Dengan suatu harapan bahwa semakin banyak hafalan maka akan semakin luas wawasannya terhadap kandungan al-Qur’an. Selain untuk kepentingan yang mendukung wawasan keilmuannya di bidang pengetahuan umum tadi, hafalan al-Qur’annya juga berguna untuk mengimbangi dan mengawali sikap moral intelektualnya dalam mengemban amanat ilmu, dan lebih spesifik lagi amanat dakwah Islam dalam masyarakat. 
Adapun mengenai materi-materi kuliah psikologi Islam di Azhar, untuk strata S1 kelihatannya masih bersifat umum, yaitu sebagai pengantar imperatif bagi studi yang lebih spesifik dalam bidang psikologi, seperti psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi klinik, psikologi pendidikan, dan lain sebagainya yang kesemuanya itu akan didapatkan pada strata-strata berikutnya.
Barangkali karena pertimbangan bahwa bidang psikologi sangat erat kaitannya aspek-aspek praktis, tetapi justru sering dilupakan orang, maka pihak Azhar kelihatannya telah mengantisipasinya dengan tujuan agar sarjana-sarjana psikologi yang dihasilkannya mampu mengaplikasikan teori-teorinya dalam lapanagn praktis. Untuk itu, pada tingkat akhir jurusan psikologi Islam, pihak universitas menyediakan fasilitas praktikum psikologi dibeberapa klinik, rumah sakit jiwa, instansi-instansi mapupun perusahaan-perusahaan. Tidak tahu apakah Azhar juga memikirkan untuk memperluas medium praktikum psikologi, misalnya dengan menyelenggarakan praktikum pengamatan langsung terhadap gejala-gejala sosial yang timbul dalam masyarakat baik yang positif maupun negatif seperti kecenderungan chaos dan anarkisme dalam suatu masyarakat, atau praktikum menanggulangi gejala individualisme dan materialisme dalam masyarakat dan mengembalikannya pada seruan agama.

Penutup
Sampai saat ini, mahasiswi asing yang terdaftar di jurusan psikologi Azhar masih bisa dihitung dengan hitungan jari, padahal kebutuhan terhadap psikolog maupun psikiatri yang kaffah (maksudnya yang diharapkan mampu mengintegrasikan wawasan ilmunya dengan ajaran-ajaran dasar agama) sangat mendesak bagi keperluan mengantisipasi tantangan dakwah dimasa depan. Disamping itu, mengingat posisi Azhar dalam percaturan dakwah Islam diseluruh dunia, maka harapan lahit\rnya psikolog maupun psikiatri Azhariah, tidak bisa tidak, mutlak diperlukan.
Hingga kini pun, di tanah air, bila ingin menyebut satu nama saja ahli psikologi Islam yang kaffah tadi, kita hanya akan mendapatkan satu atau dua nama saja, apalagi yang alumnus Timur Tengah. Sebut saja misalnya, Prof. Dr. Zakiah Darajat yang selama bertahun-tahun diposisikan orang sebagai al-sayyidah al-wahidah al-mu’tabaroh dalam bidang psikologi Islam, padahal jika diruntut secara wawasan kelimuannya beliau bukanlah alumnus Azhar, tetapi alumnus ‘Ain Syams University, dan hanya mempelajari psikologi pun tidak dengan studi komparasi seperti yang sekarang dikembangkan di Azhar. Namun, keberhasilan Prof. Zakiah seperti sekarang ini, barangkali –menurut beberapa riwayat—tidak terlepas dari usaha dan perjuangan kerasnya sendiri dalam memanfaatkan fasilitas-fasilitas intelektual selama di Kairo, tentunya diluar bangku kuliah.
Sementara itu, kelihatannya dalam beberapa tahun dekat ini, generasi penerus Prof. Zakiah dan lain-lainnya dalam bidang spesialisasi piskologi Islam belum nampak, disamping juga belum banyak.
Untuk itu, bagi keperluan regenerasi dan sekaligus –ini yang paling penting—memperluas cakupan dakwah Islam agar dapat memasuki semua lini kehidupan di kehidupan modern ini, maka pilihan studi psikologi Islam dapat dijadikan alternatif dan ala kulli hal semua itu harus diniati sebagai upaya mengemban misi dakwah Islam dengan menjadikan Azhar sebagai titik tolak pemberangkatan lillahi ta’ala.
Wallahu a’lam bi as-showab.

Sepuluh Tipe Manusia Pendek Umur

Jakarta, KCM

Kebanyakan laki-laki sering terjebak dalam sejumlah mitos yang menjerumuskannya dalam gaya hidup penuh stres. Antara lain dengan mengambil lebih banyak tanggungjawab dibandingkan waktu dan energi yang dimiliki.
Membiarkan stres berkepanjangan sama dengan meletakkan jari Anda pada tombol fast-forward pada remote control biologis Anda. "Ketegangan mempercepat kerja seluruh sistem Anda dan menghasilkan kondisi-kondisi yang bisa membuat orang muda mengalami gejala khas orang lanjut usia," kata Allen J. Elkin Ph.D, direktur Stress Management di New York City. 

Berikut ini sepuluh tipe kepribadian yang memperpendek umur, disusun oleh Dr. David Ryback dalam Look Ten Years Younger, Live Ten Longer, A Mans Guide:

Tipe Mandiri. Memiliki keyakinan bahwa ia harus melakukan segala hal tanpa bantuan orang lain. Ia memandang bantuan orang, sebagai kelemahan. Mitosnya: Ia dapat menjalani kehidupannya dengan lebih baik bila menolak bantuan orang lain. Laki-laki dengan tipe ini sering mengalami ketegangan, dengan terus menyembunyikan keadaan emosionalnya. Dalam lingkungan sosial maupun pekerjaan, ia cenderung menjadi pemecah masalah. Dia-lah orang yang sering kita namakan pemikir mandiri. Jangan coba-coba mengubah pikirannya --hanya buang-buang waktu saja. 

Tipe Penyenang. Merasa bahwa tangungjawabnya-lah untuk membuat orang-orang di sekitarnya selalu bahagia, sambil mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri. Ia memusatkan perhatiannya pada apa yang diharapkan orang lain dari dirinya. Jika tuntutan meningkat melebihi kemampuannya, ia semakin mendorong dirinya dan mengalami stres. Laki-laki jenis ini selalu tersenyum, sambil menyembunyikan ketegangan di dalam dirinya sendiri. Ia sangat ingin melakukan semua hal yang dibebankan padanya, dan sama sekali buta bahwa fisiologi tubuhnya sedang kewalahan karena ia ingin mengesankan kepada orang lain dengan citra "kawan yang baik." 

Tipe Berhasil. Menderita karena tidak memiliki rasa percaya diri dan mengkompensasi hal tersebut dengan mengejar dan mencapai semua yang dapat dilakukannya, dalam waktu sesingkat mungkin. Ia hanya merasa senang jika menerima pujian dari orang atas apa yang telah dicapainya. Dalam lingkaran setan kerja keras, mengabaikan kebutuhan dirinya akan cinta pribadi. Dan, karena dorongan dari lingkungan sosialnya atas pola perilakunya itu, ia bekerja dengan keras dan lebih keras, semakin lebih terkenal atas pencapaiannya, dan akhirnya merusak dirinya sendiri, bisa berupa penyakit fisik, atau bentuk lainnya, main sikut-sikutan, suatu perilaku yang tidak etis pada umur yanga msih muda. Mitosnya: Bekerjalah sampai Anda mati!

Tipe Pemarah. Sama seperti namanya, selalu bersikap bermusuhan dan marah. Ia memiliki kapasitas dalam dirinya yang dapat dicintai (kita semua demikian…), tetapi ia tidak pernah belajar untuk mempercayai jenis interaksi personal seperti itu. Keyakinan pribadinya adalah bahwa orang lain akan mempergunakan atau menolak dirinya jika ia melepaskan benteng pertahanannya. Anda dapat melihat kemarahan di sudut mulutnya dan di dalam sinar matanya. Senyuman termanis yang dapat dikeluarkannya hanyalah cibiran. Jika Anda tidak sependapat dengan dirinya, amati reaksinya. Mitosnya: Cinta tidak dapat dipercaya. Sehingga biarkan diri Anda berada di benteng pertahanan. Apakah orang tipe ini akan berumur panjang? Tidak terlalu. 

Tipe Penolong. Adalah tokoh yang menyenangkan, ia terlalu mengorbankan dirinya sendiri di dalam pekerjaan sehingga kehidupan pribadinya menjadi terlantar. Ia selalu siap untuk membantu klien-nya. Semakin sering telepon seluler-nya berbunyi, semakin ia merasa dirinya penting. Mitosnya: Harga diri saya adalah berapa besar klien saya membutuhkan bantuan dan waktu saya. Keluarga dan kehidupan pribadi saya tidak boleh mengganggu. Di rumah, ia selalu berkorban dan mengambil alih semua pekerjaan. Kehidupan pribadinya sama seperti makanan yang dimasak berulang-ulang , enak namun membosankan. Selain itu, kehidupannya sama sekali hampa, tidak ada kebahagiaan sejati, kehidupan hanya untuk bekerja.

Tipe Otot. Percaya bahwa ia harus cukup kuat untuk mengatasi semua tantangan fisik, ibaratnya mulai dari membangun rumahnya sendiri sampai menggali kuburannya sendiri. Ia selalu berkeringat dari pagi sampai malam dan kemudian menjadikan olahraga ngkat berat sebagai hobinya. Tidak ada tantangan yang lebih menarik baginya selain bekerja dan bekerja sampai mati. Laki-laki jenis ini secara fisik luar biasa. 

Tipe Stabil. Memiliki jawaban atas segala permasalahan emosional teman-teman di sekitarnya. Tidak ada masalah yang terlalu sulit baginya untuk dipecahkan. Tetapi di dalam dirinya, tekanan menumpuk, karena ia memperhatikan masalah orang lain terlalu serius. Tekanan yang disebabkan oleh dirinya sendiri terus menumpuk perlahan-lahan sampai jantungnya bermasalah. 

Tipe Romantis. Selalu siap untuk seks, setidaknya itulah yang ia harapkan dari perempuan ketika berpikir tentang dirinya. Sehingga siap atau tidak, ia harus siap. Mitosnya: Tugas laki-lakilah untuk memuaskan pasangannya sepanjang waktu. Memang laki-laki begini ramah dan menyenangkan, tetapi tidak lama lagi tekanan jantungnya meningkat.

Tipe Pemberi. Memperhatikan keluarganya dengan amat baik, walaupun ini berarti ia harus mengambil dua pekerjaan paruh waktu selain pekerjaan tetapnya, sambil terus menerus memaksa pasangannya agar tetap tinggal di rumah dan santai. Setiap tahun, utangnya semakin menumpuk agar ia dapat membelikan pakaian, mobil, dan sebagainya, yang terbaik bagi anak-anaknya. Ia sendiri tidak mmebutuhkan uang karena ia selalu bekerja. Mitosnya: Seorang laki-laki harus memberikan yang terbaik bagi keluarga dengan pengorbanan apapun.

Tipe Bintang. Menjadi pusat perhatian dimana pun ia berada. Percakapannya selalu yang paling menyenangkan, paling lucu, paling panjang, dan ia selalu menjadi karakter pusat yang selalu menang pada akhirnya. Ia tidak pernah masuk ke dalam ruang, ia selalu dalam posisi menyambut. Laki-laki jenis ini, sesungguhnya hanya hebat di luar , tetapi ia merasakan stres yang sangat berat dalam dirinya.

Dapat dipastikan Anda dapat melihat sebagian diri Anda berada dalam sekurangnya beberapa tipe kepribadian tersebut. Bisa jadi pada suatu saat Anda menjadi laki-laki dengan tipe Mandiri, atau menjelma menjadi Penolong ketika di kantor. Kemudian menjadi Pemarah ketika ada orang yang mengganggu saat Anda bekerja. Menjadi laki-laki Penyenang di hadapan bos Anda, atau laki-laki Romantis di depan istri Anda.

Catatan :  Laki-laki cenderung menghargai relaksasi sebagai kegiatan yang memboroskan waktu. HARGAILAH RELAKSASI! Jika Anda tidak mengubah mitos itu terlebih dahulu, Anda akan membebani diri Anda dengan stres yang semakin menumpuk setiap tahunnya, akhirnya mencuri kesempatan hidup sepuluh tahun lebih lama itu dari diri Anda. (zrp)

Design By KCM
Copyright © 2002 PT. Kompas Cyber Media 

Minggu, 10 November 2013

Cara Gampang Buang Dendam

ANDA merasa tertekan karena mendapat cemoohan dari rekan kerja atau pimpinan. Sakit hati, tapi tak tahu harus bagaimana? Menangis? Untuk apa? Mendendam? Kok begitu? Perasaan menyesal, marah, mendendam justru hanya akan membuat Anda kian sakit dan emosi. Justru Anda harus tahu cara membuangnya.

Semua orang memang ingin dicintai. Tapi jika Anda merasa dibenci, jangan membalas dengan benci. Jangan sakit hati. Tapi, jika perasaan itu datang juga, benci kian menjadi, tak ada cara lain, Anda harus membuangnya. Kami beri caranya.

Pertama, belajarlah memaafkan. Itu yang paling utama. Membuka hati dan rasa sayang kepada orang yang pernah menyakiti Anda, justru amat penting. Karena dalam posisi yang berbeda, bisa saja Anda justru yang akan membuat mereka sakit hati. Nah, memaafkan mereka juga akan berdampak sama jika posisi itu berubah.

Kedua, menyadari tidak ada satu orang pun di dunia ini yang luput dari sakit hati, termasuk Anda. Anggaplah sakit hati sebagai hal biasa. Atau, anggap apa yang mereka ucapkan atau lakukan kepada Anda, hanya main-main (tidak serius). Anggap itu sebagai angin lalu. Cuek, jangan dimasukkan ke hati.

Ketiga, belajar untuk bertanggung jawab dan menghargai orang lain. Coba tanya pada diri, apa yang tidak dinginkan, apa yang bisa membuat Anda sakit hati. Lakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan. Bila sakit hati lagi, ada baiknya mengingat cara mengatasi sakit hati terdahulu. Coba keluar dari masalah dan melupakannya dengan cepat, akan sangat membantu.

Keempat, berusaha menjadi orang baik, sopan, bijak, peduli kepada orang lain dan dapat dipercaya. Belajarlah untuk percaya dan hargai diri orang lain, sebagaimana Anda menghargai diri sendiri. Percaya pada diri sendiri dan perasaan Anda. Ingatlah bahwa tidak ada jaminan orang lain tidak akan menyakiti perasaan Anda.

Terakhir, jangan diingat lagi, pergilah pesiar, atau bergembira dengan teman-teman yang lain. sakit hati kadang lebih sering muncul karena Anda selalu mengingat apa yang orang lakukan pada Anda, dan bukan melupakannya. Bukankah ada pepatah, lupa adalah obat yang paling bijaksana? 

Nah, jika hal-hal di atas Anda lakukan, tak ada sakit hati, tak ada dendam. Hanya cinta, dan teranglah dunia ini. (atg/CN02)

Copyright © 2000

HAL YANG TIDAK BISA KITA RUBAH


1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakah engkau wanita ataupun pria. Act like a woman/man!!


2. Orang tua. 
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won't respect you, is it terrible?


3. Hari kelahiran. 
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it's true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.


4. Bentuk Fisik 
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.


5. Masa lalu. 
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang.� karena itu hanya membuat engkau "frozen" - can not do anything! Look at the future and see how good it is.


6. Kedudukan 
dalam keluarga. Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.


7. Suku bangsa/ras. 
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm.....

Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.
Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu. Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam (manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, kurang tinggi, dll, dsb deh.

100 Nasehat kepemimpinan

1.       
2.      Keteladan dalam beribadah akan membuat pribadi kita, menjadi tenang dan jernih. Bahkan mampu memotivasi orang lain enjadi ahli ibadah sehingga suasana tenang dan jernih menjdi milik bersama.
3.      Jangan terpaku oleh tingginya jabatan (popularitas).tapi ingat akan tingginya resiko yang dipikul. Jangan terpesona oleh besarnya kekuasaan, tetapi ingat akn besarnya tanggung jawab yang diemban.
4.      Berani hidup harus berani menghadapi masalah, jangn takut dan jangan gentar dengan masalah yang mengahadang. Hadapi dengan benar dan tawakkal, karena setiap masalah sudh diatur Allah sehingga sesuai dengan kemampuan kita.
5.      Sikap emosional adalah merupakan ciri belum terampilnya mengendalikan diri. Lalu, bagaimana mungkin dapat menengendalilkan orang lain dengan baik diri sendiri kurang terkendali.
6.      Keberanian mengatakan tidak tahu untuk sesuatu yang memang tidak diketahui akan jauh lebih terhormat dan menenangkan daripada selalu ingin terlihat serba tahu padahal sebenarnya hanya sok tahu.
7.      Komentar sepontan kita mungkin hanya satu patah kata, tetapi jika tidak tepat maka bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian yang mendalam. Oleh karena itu, waspadalah dengan kebiasaan berkomentar walau hanya sekata.
8.      Orang hina akan mengeluarkan kata-kata hina dan menghina, sedangkan orang mulia akan mengeluarkan kata-kata dan sikap mulia.
9.      Kerendahan hati dan ketenangan adalah satu paket, sedangkan kesombongan dan kegelilsahan bathin adalah paket lainnya. Jadi, bila ingin tenang pilihlah kerendahan hati
10.  Semakin kita ingin menunjukkan siapa diri kita agar diakui dan dihormati maka batin kita akan semakin tertekan, tegang dan lelah. Padahal, sikap ingin menunjukkan siapa diri kita biasanya hanya akan membuat kita semakin tidak disukai.
11.  Bila dimarahi, jangan larut dalam sakit hati, karena kita akan rugi sendiri, lebih baik maafkan saja dan jangn menjadi dendam. Kita tidak akan hina, sebab semua perbuatan akan kembali kepada pembuatnya.
12.  Hati manusia berubah-ubah, bila saat ini seseorang marah kepada kita, mungkin besok lusa marahnya akan reda. Bahkan, mungkin ia akan lebih sayang kepada kita. Oleh karena itu, jangan menyimpan dendam atau benci berkepanjangan.
13.  Melawan kemarahan dengan kemarahan ibarat membenturkan batu dengan batu. Hasilnya yang diperoleh biasanya perpecahan.oleh sebab itu saat menghadapi kemarahan orang lain maka bersikaplah tenang dan jernih. Dengar dan simak apa yang diutarakannya, lalu amabil hikmah dan do’akanlah kebaikan untuknya.
14.   
15.  Walaupun kita telah berusaha berbuat baik semaksimal mungkin, mustahil semua orang akan menyukai kita. Tidak usah aneh atau kecewa. Terus lakukan perbuatan baik semaksimal mungkin, karena itulah yang akan kembali kepada kita.
16.  kritik, koreksi, bahkan penghinaan yang menghujam jangan pernah membuat hati kita resah dan semangat kita lemah. Jadikanlah semua itu sebagai pembakar semangat untuk memberi bukti terbaik sebagai jawabannya.
17.  konflik biasanya terjadi karena saya “benar” dan kamu ”salah”. Berilah kesempatan bagi hati untuk mengatakan ” kita benar” dan ”diapun boleh jadi benar”. Dengan begitu, insya Allah kita mudah mencari solusi.
18.  kritik yang baik harus diawali dengan ikhlas, maka kita akan menikmati kebaikan tersebut. Akan tetapi, jika kita berbuat baik tanpa keikhlasan akan banyak mengeluh dan kecewa.
19.   
20.  hati yang bersih akan peka terhadap ilmu. Apapun yang dilihat, didengar, didengar dan dirasa akan menjadi samudra ilmu yang membuatnya semakin bijak, arif dan tepat dalam menyikapi hidup ini.
21.  kian bening hati, kian peka terhadap ladang amal, dan kian mudah berbuat kebaikan, maka kita akan kian merasakan bahwa rezeki terbesar kita bukanlah sesuatu yang didapatkan, melainkan amal yang dilakukan.

22.  kunci sukses adalah sesuatu 

30 Hari Mencari Jati Diri

1.     Bermimpilah! Karena dengan bermimpi suatu saat Anda akan berani berkata “ Terima kasih ya Allah. Mimipi saya jadi kenyataan.” Bagaimana Anda mampu menjadi orang besar kalau bermimpi saja tidak berani?
2.     Apa benar keberadaan Anda saat ini tidak berarti apa-apa?, apa arti keberadaan Anda saat ini?
3.     Rasa percaya diri akan tumbuh karena dipersiapkan perencanaan dan pelaksaanaannya.
4.     Anda tidak akan sukses ketika sikap mental anda tiada yakin terhadap diri Anda.
5.     Ingat! Anda dilahirkan bukan untuk melakukan semuanya, tapi Anda dilahirkan untuk melakukan sesuatu. Carilah sesuatu itu. Anda pasti BISA!
6.     Tips sederhana untuk memvisualisasikan mimpi-mimpi Anda adalah TAJAM ; T (Tekad yang kuat dan Tujuan yang jelas), A (Arahkan pada potensi positif), J (Jauhkan dari Metafora Negatif), A (ambil ,manfaat dari setiap kegagalan), M (Mantapkan motivasi dengan motivasi mantap)
7.     Burung elang tampak gagah ketika terbang dan bukan dengan berlari. Sebaliknya kuda akan gagah ketika harus berlari dan bukan berenang.
8.     Hilangkan keluhan dari otak Anda sekarang , maka Insyaallah sikap optimis akan menghampiri Anda.
9.     Jangan bilang “ saya tidak mampu melakukan itu.” Tapi katakanlah “ bagaimana cara saya melakukan itu;”
10.                       Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Rumus orang sukses adalah ; orang SUKSES lebih banyak gagalnya dari pada orang gagal. Sering mencoba sering gagal, tak pernah mencoba tak pernah gagal. Tapi hasilnya pasti beda!
11.                        Bangkitkan diri Anda dengan tiga hal : 1, Jangan mengeluh. 2, coba lagi dan coba lagi. 3, berdoalah kepada Allah dengan sesungguhnya.
12.                        Cara tercepat mengubah sikap teman Anda terhadap diri Anda adalah dengan mengubah sikap anda sendiri.
13.                        Tidak akan pernah terjadi sebuah perubahan kalau yang Anda lakukan adalah menunggu orang lain mengubah dirinya untuk Anda tanpa adanya perubahan dari diri Anda.
14.                        Cara praktis memulai sebuah perubahan adalah keberanian Anda untuk memutuskan kemana arah perubahan yang Anda inginkan, apa saja yang ingin Anda ubah dan kemudian berjanji pada diri Anda sendiri untuk menjaga keputusan tersebut.
15.                        Hanya orang sukses yang mampu menanggung resiko dari setiap pilihan yang dia ambil, senantiasa mengevaluasi perkembangan perubahan dan memperbaiki kegagalan yang telah lalu dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama sambil melakukan perbaikan yang ditargetkan.
16.                        Unsur terpenting dalam mengubah sudut pandang akan kehidupan adalah kemampuan anda untuk percaya pada diri sendiri, kemampuan menguasai diri dan kemampuan menerjemahkan ide atau gagasan ke dalam aksi nyata denga dimulai dari diri Anda sendiri.
17.                        Penderitaan, masalah, rasa sakit, dan kesuksesan adalah satu paket harga yang tak dapat dibeli secara terpisah.
18.                        Kalau Anda ingin sukses maka Anda harus siap  menjalani hal-hal yang tidak mau dilakukan oleh orang-orang biasa. Dan orang-orang biasa terbiasa menghindari masalah, banyak mengeluh dan senang mencari-cari alasan yang membenarkan kemalasannya.
19.                        Kemauan, antusiasme, sikap optimis, keyakinan dan mau bertindak nyata adalah bagian dari perangkat yang harus dipersiapakan untuk mewujudkan siapa jati diri Anda.
20.                        Selama Anda tidak pernah berhenti/menyerah, Anda tidak pernah gagal.
21.                        Rasa takut dan kemalasan adalah antimotivasi yang membuat manusia selalu mencari jalan pintas dan jalan mudah. “Succes is My Right”
22.                        Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tapi dinilai dari proses perjuangannya.
23.                        Kalau Anda bercita-cita mendapatkan ikan paus. Mengapa Anda memancing di selokan ? bukankah ikan paus itu ada di samudera?
24.                        Cita-cita akan sebanding  dengan resiko yang akan Anda alami.
25.                        Orang sukses dinilai dari bagaimana ia menghadapi masalah dengan tenang dan berani.
26.                        Setiap keputusan akan menuai kontroversi. Anda tidak mampu menyenangkan semua orang.
27.                        Tidak penting berapa kali Anda jatuh dan gagal . yang lebih penting adalah apakah Anda senantiasa bangun kembali?
28.                        Banyak orang ingin berubah tetapi perubahan yang diinginkan hanya sebatas keinginan dan keputusan tanpa diringi kemauan yang keras untuk memulai langkah pertama.
29.                        Seorang juara selalu memiliki tujuan akhir untuk mencapai yang terbaik , tetapi ia bersedia mendekatinya dengan selangkah demi selangkah.
30.                        Sikap mental sang juara senantiasa didisi oleh prasangka-prasangka positif atas setiap kegagalan yang dialaminya. Selama tidak pernah berhenti , Sang juara tidak pernah gagal. Bagi orang yang bermental juara, kegagalan hanyalah peristiwa, dan akan diperbaiki pada tahap berikutnya.
31.                        Kesiapan menerima beban  yang dihindari orang-orang biasa adalah syarat mutlak yang harus disadari oleh seorang pemenang.
32.                        Sang pemenang tidak pernah menyerah , dan orang yang menyerah tidak akan pernah menang.
33.                        Masalahnya bukanlah apakah Anda dijatuhkan, tetapi apakah Anda mampu bangkit kembali. (Vince Lombardi)
34.                        Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahannya dan mencoba lagi sutau cara yang berbeda. (Dale Carnegie)
35.                        Sesungguhnya aku tidak gagal. Aku telah berhasil menemukan beribu-ribu cara yang salah untuk membuat bola lampu. (Thomas Alfa Edison)
36.                        Kunci utama nilai diri untuk mengetahui seberapa besar harga diri kita adalah dengan melakukan : 1) Keluar dari zona kenyamanan dengan berani  melakukan sesuatu yang baru. 2) Keberanian untuk membentuk diri dengan menghilangkan bagian yang tidak berguna berupa sifat-sifat negatif yang selama ini menempel pada diri kita. 3) keberanian untuk menempatkan diri pada tempat yang layak  dengan kesiapan menerima tantangan dan hambatan dari pihak lain sehingga harga kita akan dinilai.
37.                        Apalah artinya seorang yang bisa melakukan banyak hal namun selalu tidak mau melakukan banyak hal.
38.                        Kunci utama nilai diri untuk meningkatkan harga diri adalah KEMAUAN untuk mencoba  sehingga BISA setelah mengalami berbagai kegagalan dan hambatan dari luar maupun dari dalam diri sendiri.
39.                        Jangan biarkan apa yang tidak dapat Anda kerjakan tercampur dengan apa yang dapat Anda kerjakan. (John Wooden)
40.                         Semua impian Anda akan menjadi kenyataan ketika Anda mempunyai keberanian untuk mengejar impian-impian tersebut. (Walt Disney)
41.                         Kesuksesan adalah 1 persen ide dan 99 persen keringat.
42.                         Hari ini adalah hari yang lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik    dari hari ini.
43.                         Seorang besar tahu bahwa ketika seorang belajar  menggoreng tempe  dan gosong, maka yang gosong adalah tempenya, bukan yang menggorengnya.
44.                         Anda mungkin tidak mampu mengubah dunia yang Anda lihat sekitar  Anda. Tetapi Anda mampu mengubah cara pandang Anda melihat dunia yang ada dalam diri Anda. (Anonim)
45.                         Perubahan besar pada dasarnya adalah kumpulan dari perubahan-perubahan kecil yang terkumpul dan menjadi sebuah kebiasaan...
46.                         Anda adalah sesuai apa  yang ada dalam pikiran Anda. Kemenangan dan kesuksesan diawali dari bagaimana pikiran Anda.
47.                         Bahagia, sedih, senang, dan semua rasa berawal dari bagaimana Anda memandang sesuatu dengan pikiran Anda.
48.                         di setiap masalah pasti ada peluang. Dan sebaliknya di setiap peluang tentu ada masalah.
49.                        Orang-orang luar biasa akan senantiasa memandang sesuatu yang baru adalah tantangan untuk lebih maju.
50.                         Peluang  adalah kesempatan untuk berhasil namun juga kesempatan untuk menambah kegagalan.
51.                        Tiga langkah cerdas menghadapi masalah ; 1) Melangkahlah setahap demi setahap. 2) Belajarlah dari kesalahan Anda sendiri. 3) Yakin dan percaya diri  Anda pada Allah SWT.
52.                         dalam perjalanan hidup , kekecewaan dan kegagalanlah yang akan mengawali kesuksesan.
53.                         Beranilah menganggung resiko terburuk dari apa yang Anda kerjakan.
54.                         Cicak pun percaya bahwa selama ia mau bergerak dan mencari peluang , ia tidak akan mengalami kelaparan walau semua makanannya mampu terbang sedangkan cicak tidak. Bagaimana dengan Anda? Allah SWT Maha Kaya. Yaqinkanlah!!!
55.                        Seorang yang berhasil adalah orang yang dapat meletakkan sebuah batu dasar yang kuat dengan batu bata yang dilemparkan orang lain kepadanya. (David Brinkley)
56.                         Ingat, semua kata-kata miring akan luntur  dengan bukti nyata.
57.                         Kalimat “sulit tapi bisa” berakhir pada sikap optimis dan berlanjut pada gerak mencoba, sedangkan kalimat “Bisa tapi sulit” cenderung mendorong sikap pesimis  dan menyerah  sebelum melakukan percobaan.
58.                         Kesalahan Anda dalam memilih kosa kata akan berpengaruh pada mandeknya kreativitas bawah  sadar.
59.                         Emosi kita akan membentuk  sikap tubuh dan sikap tubuh kita dipengaruhi oleh emosi. Sikap tubuh Anda akan mampu mengbah emosi Anda.
60.                          Saya akan coba fokuskan pada “ Bagaimana sikap Anda mampu mengubah emosi Anda.” Sekarang Anda bayangkan satu masalah yang paling berat, kemudian Anda angkat wajah Anda menatap ke depan dengan tegas. Kepalkan tangan Anda. Bayangkan peristiwa bahagia yang sangat berkesan dalam hidup Anda. Melompatlah. Mulailah tersenyum dan bayangkan keinginan-keinginan Anda yang Indah. Teriakkan “Aku Pasti Bisa!” maka gairah baru akan Anda rasakan.
61.                        Sepuluh pola salah yang akan menghambat proses pencarian jati diri positif ; 1) Takut mengambail resiko, 2) Kurang tekun, 3) Ingin mempreoleh hasil dengan cepat, 4) Kurangnya prioritas, 5) mementingkan diri sendiri dan ketamakan, 6) Tidak berpendirian, 7) Keengganan menyusun rencana dan mempersiapkan diri, 8) mencari pembenaran terhadap kesalahan diri, 9) Tidak belajar dari kesalahan masa lalu, 10) Kurangnya tujuan.
62.                         Anda sekarang berada di tempat dimana pikiran Anda telah membawa diri Anda, Anda kelak berada pada tempat dimana pikiran Anda membawa Anda. (James Allen)
63.                         Banyak peluang besar yang hilang karena faktor kebimbangan. Ketakutan menimbulkan rasa tidak aman, kurang percaya diri serta kecenderungan menunda-nunda  pekerjaan.
64.                         Orang yang tidak berani mencoba akan kalah sebelum berusaha.
65.                         Persiapan adalah ; Tujuan + Prinsip + Perencanaan + Pelaksanaan + Ketekunan + Kesabaran + Kebanggaan.
66.                         Persiapan berarti memberi toleransi pada kegagalan, meskipun tidak pernah menerimanya. Artinya berani menerima kegagalan tanpa harus merasa gagal, kecewa tanpa kehilangan keberanian.
67.                         Cara terbaik menghadapi kesalahan adalah ; Segere mengakuinya, tidak mendiamkannya, belajar dari kesalahan itu, tidak mengulanginya, tidak melemparkan kesalahan atau mencari-cari alasan.
68.                         Tidak ada kemenangan yang bisa diulang kembali jika kemenagan itu adalah buah dari kebetulan. Kemenangan tanpa perencanaan akan membawa kebanggaan sesaat dan penderitaan berikutnya.
69.                         Proses untuk menang lebih berharga dari hasil. Kunci kegagalan adalah ketika Anda ingin menyenangkan semua orang.
70.                         Syarat pencapaian tujuan jangka panjang adalah dengan bertekun pada langkah jangka pendek. Sang juara tahu bahwa bercucuran keringat ketika berlatih lebih baik  dari pada berdarah-darah ketika bertanding.
71.                        Tidak ada kata mustahil bagi seorang juara. Mustahil hanya dimiliki oleh orang-orang yang belum pernah mencoba. Sulit hanyalah kosa kata orang yang tak mau berlatih. Gagal adalah perbendaharaan kata orang-orang yang terlalu cepat menyerah.
72.                         Dengan kepercayaan penuh, kerja keras dan tidak setengah hati maka hasil yang diperolehpun  tidak setengah-setengah.
73.                         Anda tidak pernah mencapai kesuksesan yang sesungguhnya sampai Anda menyukai apa yang sedang Anda kerjakan. (Dale Carnegie)
74.                         Kerjakan apa yang  Anda cintai dan cintai apa yang Anda kerjakan.
75.                         Ketika ada dinding penghalang di depannya, maka seorang juara pantang berbalik karena ia selalu melihat garis finish secara jelas.
76.                         Anda dan saya tidak melihat hal-hal sebagaimana orang melihat. Kita melihat hal-hal sebagaimana kita melihat. (Heb Cohen)
77.                         Kita terlalu mempersulit  hal yang sederhana dan kurang usaha untuk menyederhanakan hal yang sulit.
78.                         Tanpa tindakan yang nyata dan keras,  kata-kata kehilangan maknanya.
79.                         Tiga penyakit mental yang selalu merasuki sang juara adalah penyakit M2B, yaitu Menunda, malas dan Banyak alasan.
80.                         Ada kegagalan yang Anda rasakan karena memang Anda tidak memilki kemampuan pada bidang yang diujikan, namun lebih banyak kegagalan yang terjadi bukan karena Anda tidak mampu, tetapi karena adanya sifat MENUNDA.
81.                         Anda lebih sering menunda dengan harapan mampu membayarnya pada waktu berikutnya.
82.                         “Malas” adalah kosa kata permanen untuk semua kegagalan.
83.                         Malas adalah sifat dasar  orang yang kehilangan motivasi. Malas adalah kata yang selalu muncul pada diri sang pecundang sejati. Kemalasan adalah cikal bakal penyesalan pada setiap kesimpulan akhir.
84.                         Malas bermula dari pikiran negatif yang terpelihara, kemudian terpupuk oleh rasa meremehkan sesuatu yang akhirnya berujung pada kesimpulan akhir, « Aku tidak mampu » atau « Kenapa harus aku yang mengerjakannya ? »
85.                         Alasan senantiasa benar bagi yang beralasan. 
86.                         Kata kasihan sangat patut diberikan pada orang-orang  yang dipercaya oleh orang lain apa yang dikatakannya, namun dirinya sendiri tidak mempercayai apa yang diutarakannya.
87.                         Kebahagiaan tidak tergantung pada hal-hal disekitar Anda, tetapi pada sikap Anda. Segala sesuatu dalam kehidupan  Anda tergantung pada sikap Anda. (Alferd A. Montapert)
88.                         Arahkan potensi Anda pada kelebihan Anda. Konsentrasilah pada kekuatan Anda. Jangan campurkan kelebihan Anda dengan kekurangan Anda, maka muncullah kompetensi Anda.
89.                         Keputusan besar akan beriringan dengan masalah dan ujian yang besar. Anda berhak memilih apapun  namun Anda tidak berhak memilih konsekuensi pilihan Anda.
90.                         Anda berhak memilih dan memutuskan apapun dalam kehidupan Anda, namun Anda tidak dapat memilih konsekuensi dan akibat dari pilihan-pilihan dan keputusan Anda.
91.                         Menyerah adalah suatu pemecahan  permanen untuk masalah temporer. (Anonim)
92.                         Kegagalan hakiki adalah ketika Anda telah berhenti mencoba.
93.                         Ujian bagi para pecundang tidak lebih dari suatu penderitaan tak berujung yang menimbulkan persangkaan buruk  pada setiap orang yang ada disekitarnya, bahkan kepada Allah.
94.                         Ujian bagi pemenang adalah merupakan jalan cepat menuju naik kelas.
95.                         Dengan masalah, kita akan banyak belajar, tekun, dan sabar. Dengan masalah, kita mampu menemukan hal-hal baru.
96.                         Lakukan apa yang Anda takutkan, dan takut akan lenyap.
97.                         Kesalahan terbesar yang dapat dibuat seseorang  adalah tidak melakukan apa-apa. (Maxwell)
98.                         Tahukah Anda bahwa orang gagal karena melakukan sesuatu 1000 kali lebih baik  dari pada orang yang tidak pernah melakukan sesuatu.
99.                         Kegagalan akan melahirkan pengalaman dan dari pengalaman akan terlahir  kecerdasan emosional yang tidak pernah diperoleh orang yang tidak pernah  melakukan apapun.
100.    Anda akan memperoleh kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dengan setiap pengalaman.
101.    Penundaan akan memperbesar rasa takut Anda, dan tindakanlah yang akan menguranginya.
102.    Mendapatkan keuntungan tanpa resiko, pengalaman tanpa tantangan, dan imbalan tanpa kerja sama mustahilnya dengan hidup tanpa dilahirkan. (A.P Gouthey)
103.    Yang lain dapat menghentikan langkah Anda hanya sementara, namun Andalah satu-satunya orang yang dapat  melakukannya secara permanen. (Maxwell)
104.    Pengorbanan yang sesungguhnya  adalah investasi, dimana kita melepaskan sesuatu hari ini dan kita akan memperoleh sesuatu yang lebih berharga di esok hari.
105.    Pemenang tidak melakukan sesuatu yang beda, pemenang hanya melakukan sesutu dengan cara yang berbeda.
106.    Seseorang yang optimis  mungkin saja melihat suatu cahaya dimana ada kegelapan, dan seorang pesimis selalu berlari untuk memedamkannya. (Michel D. Piere)
107.    Keberhasilan  ataupun kegagalan bukanlah sebuah hasil yang datang secara tiba-tiba, sebuah keberhasilan berasal dari proses yang panjang  yang diawali  keberanian memutuskan, kemauan untuk melakukan,dan kesiapan menerima resiko dan konsekuensi apapun dari tindakan yang dilakukan.
108.    Tidak ada usaha tanpa gerak. Gerak akan terkontrol jika Anda memiliki niat yang yang kuat, Niat Anda akan konsisten jika tujuan Anda terukur, Tujuan Anda terukur jika ada KOMITMEN yang sinergi dengan GERAK, NIAT, dan TUJUAN. (Aris ABCo)
109.    Bergeraklah! Karena bergeraklah air tidak bau. Karena bergeraklah udara terasa segar. Karena bergeraklah motor berjalan lancar dan tidak berbenturan.
110.    Kesalahan terbesar yang senantiasa dibuat manusia dalam kehidupannya adalah ketakutan untuk melakukan kasalahan sehingga tidak melakukan sesuatu.
111.    Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih pandai. (Henry Ford)
112.    Orang gagal senantiasa mengeluh dan diam pada titik kegagalan dan mencari faktor kegagalan dari pihak yang lain.
113.    Orang sukses akan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari temuan baru sebagai cara salah yang tak perlu terulang  kedua kali.
114.    Rasa takut adalah satu mata rantai dengan keengganan bertindak. Keengganan mencoba karena takut gagal adalah kegagalan yang sebenarnya.
115.    Ketika Anda tidak pernah melakukan kesalahan sebaiknya Anda lihat kembali langkah Anda. Jangan-jangan Anda tidak perah melakukan  sedikitpun.
116.    Pada setiap kegagalan senantiasa tersimpan kesempatan yang tersembunyi.
117.    Setiap Anda mampu meraih kesuksesan ketika Anda mau mempersiapkan diri, melakukan kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.
118.    kebanggaan terbesar  kita adalah  bukan karena kita tidak pernah gagal, tapi kebanggaan terbesar kita adalah ketika kita mampu bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
119.    Selalu tanamkan dalam pikiran Anda bahwa ketetapan hati Anda untuk berhasil lebih penting  dari hal apapun. (Abraham Lincoln)
120.    Kebebasan manusia yang terakhir  adalah memilih sikap dalam situasi apapun yang telah ditentukan baginya. (Victor Frankl)
121.    Orang-orang besarpun memiliki rasa takut. Yang membedakan adalah mereka hanya menganggap rasa takut itu sebagai ilusi semata.
122.    Semangat memang diperlukan karena dia adalah bensin bagi sebuah mobil. Namun apalah artinya bensin ketika sebuah mobil mewah tidak bisa bergerak karena tidak beresnya sang sopir.
123.    kebanyakan dari kita telah memiliki komitmen untuk menjadi yang terbaik,  kita mengeluarkan ucapan-ucapan yang hebat, berpenampilan luarbiasa. Namun pada saat harus menunujukkan bukti, kita hanya memberi alasan dan bukan jawaban.
124.    Anda tidak mungkin berkomitmen pada diri Anda kalau Anda masih berusaha untuk menyenangkan semua orang.
125.    Kesengsaraan adalah sebuah pilihan. (Anonim)
126.    Lima  sikap mental yang harus dimiliki oleh seorang pemenang ; tekad  baja, tekun dan tabah, berpikir positif, menjunjung tinggi kejujuran dan bersikap konsisten.
127.    Untuk berhasil, sejumlah hambatan dan rintangan seperti kemalasan, ketakutan, godaan, keterbatasan pengetahuan, keterbatasan relasi, kurang fasilitas, kurang modal dan 1001 kekurangan lainnya harus diatasi.
128.    Ketekunan dan ketabahan adalah kemampuan menyelesaikan suatu pekerjaan sampai tuntas, selesai dan berhasil, apapun halangannya.
129.    Anda tidak pernah berada di depan siapapun selama Anda berusaha untuk tetap sejajar dengan mereka. (Anonim)
130.    Ada banyak cara yang sangat membantu Anda dalam memperbaiki kreativitas ; 1) Biarkan diri Anda sendiri bermimpi. Biarkan imajinasi Anda mengalir. Konsentrasikan kesadaran Anda untuk berfikir tentang suatu objek…..dan kemudian biarkan fikiran Anda mengalir, 2) Gunakan akal untuk menilai dan menghubungkan dengan pengetahuan yang ada sehinggga bisa diterima logika. Lanjutkan dengan memeriksa data, membuat  perencanaan strategi untuk merealisasikannya.
131.    Intuisi dapat diperoleh melalui ; 1) Pemikiran mendalam mengenai persoalan dan data sehingga pikiran kita dijenuhi, 2) Syarat yang penting yang harus dipenuhi adalah kebebasan dari persoalan-persoalan lain atau gangguan perhatian lain, 3) Banyak orang memperoleh intuisi sewaktu beristirahat dari pekerjaannya setelah usaha yang intensif, 4) Pikiran-pikiran yang timbul sering muncul sewaktu-waktu yang sangat singkat saja.
132.    Beberapa cara untuk memperluas pengetahuan sehingga Anda mampu berpikir kreatif ; membaca, pengamatan atas persoalan, transfer pengetahuan dengan menghadiri seminar, lokakarya, pelatihan/workshop, diskusi, terbuka terhadap berbagai bentuk informasi (leaflet, booklet dll)
133.    Jika Anda ingin mengubah sikap, mulailah dengan mengubah kebiasaan. Dengan kata lain, mulailah melakukan bagian, dengan sebaik yang Anda bisa, dari orang yang Anda teladan, menjadi orang yang paling Anda inginkan, secara berangsur-angsur, manusia lama dan penakut akan hilang. (William Glasser)
134.    Musuh terburuk kreativitas adalah keraguan atas kemampuan diri sendiri.
135.     Seorang yang bahagia bukanlah seseorang yang dalam situasi serba pasti,   tapi lebih pada seseorang dengan sikap yang serba pasti. (Hugh Downs)
136. Sembilan puluh sembilan persen kegagalan berasal  dari orang yang mempunyai kebiasaan membuat alasan. (George Washington).