Senin, 04 November 2013

MENULIS MAKALAH AKADEMIK

Menyusun makalah akademik merupakan tugas rutin mahasiswa pada hampir semua matakuliah.  Karena itu,  menguasai proses penulisan dan keterampilan yang mendukung produktivitas/pembuatan makalah merupakan sebuah kewajiban. Sebelumnya, akan dipaparkan terlebih dahulu  definisi, ragam,  dan karakteristik makalah yang baik.

Pengertian Makalah Akademik
Makalah merupakan karya tulis ilmiah mengenai suatu topik. Karena itu, paparannya didasarkan atas  hasil studi, baik secara langsung melalui observasi lapangan maupun secara tidak langsung melalui studi kepustakaan. Kemudian karya tersebut  disajikan dalam pertemuan ilmiah (lokakarya, seminar, simposium, konferensi, konvensi, diskusi akademik, perkuliahan, dan kegiatan ilmiah lainnya). Makalah ditulis untuk berbagai fungsi, di antaranya untuk memenuhi tugas yang dipersyaratkan dalam matakuliah tertentu, berfungsi menjelaskan suatu kebijakan, dan berfungsi menginformasikan suatu temuan.

Ragam Makalah Akademik
Ragam makalah terbagi dua, yaitu makalah biasa (common paper) dan makalah posisi (position paper). Jenis pertama mendeskripsikan suatu gagasan, kebijakan, atau temuan kepada pihak lain dan berfungsi untuk menunjukkan pemahaman seseorang terhadap permasalahan yang dibahas. Makalah jenis kedua menunjukkan posisi teoretis penulis dalam suatu kajian yang memperlihatkan di pihak mana dia berdiri serta alasannya yang didukung oleh teori-teori atau data yang relevan.

Karakteristik Makalah yang Baik
Secara umum, tujuan penulisan makalah adalah  meyakinkan pembaca  tentang kebernalaran topik dan pentingnya topik untuk  diketahui dan diperhatikan. Makalah bersifat ilmiah bercirikan  objektif, tidak memihak, berdasarkan fakta, sistematis, logis, dan jujur.
Makalah yang baik memiliki karakteristik antara lain: (1) fokus pada topik  terpilih, (2) masalah/topik  yang dibahas signifikan (penting), (3) jelas tujuan pembahasannya, (4) jelas pengorganisasian pembahasannya, (5) merefleksikan secara kritis dan luas bacaan artikel, buku, dan material lainnya yang relevan, (6) menyajikan penjelasan yang masuk akal dan ilmiah, (7) menulis dengan gaya yang jelas serta  dengan bahasa yang benar dan tepat, dan (8) mencantumkan semua sumber informasi secara tepat.
Berdasarkan  sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah terbagi atas tiga jenis, yaitu makalah deduktif, induktif, dan campuran. Berdasarkan jumlah halamannya terdapat dua jenis makalah yaitu makalah pendek (antara 10-20 halaman) dan makalah panjang (lebih dari 20 halaman).

Komponen Utama Makalah
Makalah memiliki tiga komponen yaitu bagian awal,  bagian inti (pendahuluan, teks utama, dan penutup), dan bagian akhir (daftar rujukan dan lampiran [jika ada]). Ada kalanya tiga komponen ini tidak secara eksplisit disebutkan, tetapi dapat diidentifikasi melalui isi dan gaya penulisan.



Bagian awal
Bagian awal berisi sampul, daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar. Halaman sampul berisi judul makalah, keperluan atau maksud ditulisnya makalah, nama penulis, dan tempat serta waktu penulisan. Daftar isi dipandang perlu jika  makalah lebih dari 20 halaman. Selanjutnya, daftar tabel dan gambar (jika ada), ditulis menjadi satu dengan daftar isi seandainya hanya terdapat sebuah tabel dan gambar. Berikut ini contoh halaman sampul 


Bagian inti
Bagian ini memiliki tiga unsur pokok, yaitu pendahuluan, teks utama (pembahasan topik-topik), dan penutup. Fungsi utama bagian pendahuluan adalah untuk memberikan gambaran informasi dari makalah yang akan dibahas/ didiskusikan. Pendahuluan dapat ditulis dalam  satu atau beberapa paragraf. Pendahuluan berisi lima sampai lima belas persen dari total keseluruhan makalah. Bagian pendahuluan berisi penjelasan tentang latar belakang penulisan makalah, masalah atau topik bahasan beserta batasannya, dan tujuan penulisan makalah.
Latar belakang penulisan makalah berisi hal-hal yang melandasi perlunya  ditulis makalah. Bagian ini harus membawa pembaca pada topik atau masalah yang dibahas dan menunjukkan bahwa topik atau masalah tersebut perlu dibahas. Terdapat beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk menyusun bagian ini di antaranya adalah (1) memulai dengan sesuatu yang diketahui bersama, (2) memulai dengan pertanyaan retoris, dan (3) mengawali dengan kutipan orang terkenal,  ungkapan/slogan yang relevan dengan topik yang akan dibahas.
            Masalah atau topik bahasan sebenarnya merupakan hal yang pertama kali harus ditetapkan dalam penulisan makalah. Setelah itu, diikuti dengan penyusunan garis besar isi makalah (kerangka makalah), pengumpulan bahan penulisan makalah, dan penulisan draf makalah serta revisi draf makalah. Jika topik makalah ditentukan sendiri oleh penulis, beberapa hal yang  dapat dipertimbangkan antara lain: (1) ada manfaatnya dan layak dibahasa, (2) menarik dan sesuai minat, (3) dikuasai dan tidak terlalu asing/baru, serta (4) bahan memungkinkan diperoleh.
Topik sering disamakan dengan judul. Pada dasarnya topik berbeda dengan judul. Topik merupakan masalah pokok yang dibahas sedangkan judul merupakan label atau nama dari makalah yang ditulis. Pertimbangan dalam membuat judul adalah (1) mencerminkan isi makalah, (2) berbentuk frasa/klausa, (3) singkat dan jelas (5-15 kata), (4) menarik perhatian pembaca

Perumusan tujuan penulisan makalah dimaksudkan untuk mengarah pada hal yang ingin dicapai dengan penulisan makalah tersebut. Fungsi tujuan penulisan bagi penulis adalah sebagai  pengarah kegiatan yang selanjutnya dilakukan. Bagi pembaca, tujuan penulisan bermanfaat memberikan informasi tentang hal yang disampaikan dalam makalah. Perumusan tujuan penulisan dapat dilakukan dengan teknik kalimat kompleks atau dalam bentuk rincian.
            Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai inti kegiatan penulisan makalah. Bagian ini membahas topik secara dalam dan tuntas dengan  gaya penulisan ringkas, lancar, dan langsung pada masalah, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pembahasan topik beserta subtopiknya dapat dilakukan dengan menata dan merangkai bahan yang telah dikumpulkan. Teknik merangkai bahan dapat dilakukan dengan: (1) memulai dari ide yang sederhana/khusus menuju kompleks/umum atau sebaliknya, (2) menggunakan teknik perumpamaan, kiasan, penganalogian, perbandingan,  (3) dengan teknik diagram dan klasifikasi, serta (4) dengan teknik pemberian contoh.
            Bagian penutup berisi kesimpulan atau rangkuman pembahasan dan sasran-saran (jika ada). Penulisan bagian ini dapat dilakukan dengan penegasan kembali atau peringkasan dari pembahasan, tanpa kesimpulan atau menarik kesimpulan dari apa yang dibahas. Jika terdapat saran, penulisannya harus eksplisit (kepada siapa dan tindakan apa atau hal apa yang disarankan).

Bagian akhir
            Bagian akhir makalah berisi daftar rujukan dan lampiran-lampiran (jika ada).  Teknik penulisan daftar rujukan (mengacu kepada Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, edisi keempat, UM Press) secara ringkas dipaparkan sebagai berikut.
Buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya)
Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.

Karya terjemahan
Bloomfield, Leonard. Tanpa Tahun. Bahasa. Terjemahan oleh I. Sutikno. 1995.Jakarta: Gramedia.


Artikel dalam majalah atau koran
Gardner, H. 1981. Do Babies Sing a Universal Song? Psychology Today, hlm. 70-76.

Artikel dalam buku kumpulan artikel (ada editornya)
Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.

Artikel dalam judul
Hanafi, A. 1989. Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi. Forum Penelitian, 1(1):33-47.

Karya individual dari internet
Hitchcock, S., Carr, L. 7 Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm before the Storm, (Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html, diakses 12 Juni 1996).

Koran tanpa penulis
Jawa Pos, 23 Agustus , 2006. Apakah Rakyat Sudah Merdeka?, hlm. 4.

Buku
Oke, I.G.K dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Depdikbud.

Pateda, Mansoer.1990. Linguistik: Sebuah Pengantar. Bandung: Penerbit Angkasa.

Ramlan, M. 1981. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogjakarta:UP Karyono.

Rusmaji, Oscar. 1993. Aspek-Aspek Sintaksis Bahasa Indonesia. Malang: Penerbit IKIP Malang.

Samsuri.1987. Analisis Bahasa. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Tarigan, Henry Guntur.1986. Pengajaran Sintaksis. Bandung: Penerbit Angkasa.

Verhaar, J.W.M. 1988. Pengantar Linguistik. Yogjakarta. Gadjah Mada University Press.


            Lampiran umumnya berupa  data (angka/verbal) yang dipandang penting tetapi tidak dimasukkan dalam batang tubuh. Bagian ini hendaknya diberi nomor halaman.
Langkah-Langkah Penulisan Makalah Akademik

Menentukan dan membatasi topik
Topik berasal dari kata Yunani, topoi yang  berarti ‘tempat’. Artinya, kita menempatkan pokok persoalan atau pembahasan. Oleh karena itu, dalam karang-mengarang, topik adalah ‘pokok pembicaraan’. Ada empat syarat pemilihan topik, yaitu (a) menarik perhatian penulis, (b) diketahui dan dikuasai oleh penulis, (c) harus cukup sempit dan terbatas, dan (d) sebaiknya, tidak terlalu baru, teknis, atau kontroversial.

Membuat kerangka (Outline) dan mengumpulkan bahan/sumber
Sebuah karangan dibangun  oleh bab atau subbab. Bab dibangun oleh paragraf, dan paragraf dibangun oleh kalimat, dan seterusnya. Demikian pula makalah dibangun oleh judul, nama penulis, serta abstrak dan kata kunci (tidak harus  ada). Unsur itu diikuti dengan bagian pendahuluan yang menyuguhkan teori, metode, hasil, dan pembahasan. Kemudian bagian tersebut dilanjutkan dengan kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka.

Membaca pustaka dan menentukan bagian-bagian penting yang akan dirujuk
Kerangka makalah dapat diberi isi dan “daging” dengan informasi, data, dan teori yang telah dikumpulkan melalui kegiatan membaca buku, artikel jurnal, makalah, dan rujukan lain yang berkaitan dengan gagasan yang akan dikembangkan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memeriksa indeks subjek sebuah referensi, menemukan kata kunci dengan piranti software, dan mencatat serta mengelompokkan hasil membaca ke dalam unsur kerangka makalah yang telah dibuat atau ke dalam catatan tersendiri.

Menulis draf makalah
Bagian ini merupakan pengembangan kerangka karangan sehingga menghasilkan draf. Kerangka dapat dikembangkan melalui dua cara. Pertama,  pengembangan  secara alamiah, yaitu pengurutan pokok pikiran sesuai dengan dimensi kehidupan manusia yang nyata. Kerangka alamiah terdiri atas tiga jenis kerangka karangan: pengembangan spasial,  pengembangan kronologis,  dan pengembangan berdasarkan topik yang ada. Kedua, pengembangan kerangka karangan secara logis, yaitu pengurutan pokok pikiran yang sesuai dengan penalaran manusia dalam usaha mereka untuk menemukan landasan bagi setiap pokok persoalan. 

Menyunting sendiri draf makalah yang telah dihasilkan
Langkah berikutnya adalah menyunting draf makalah dari berbagai segi, di antaranya kebenaran isi, penempatan informasi, tanda baca, kesalahan cerak, dan kebenaran fakta. Penulis makalah perlu meneliti secara cermat, apakah bukti-bukti yang disampaikan itu mendukung pernyataan-pernyataan yang diutarakan, dan seberapa banyak waktu yang harus digunakan oleh pembaca untuk memahaminya? Segala sesuatu yang diperkirakan menimbulkan salah paham harus dihindari dan dihilangkan.

Meminta teman sejawat untuk menyunting makalah yang telah dihasilkan
Jika penulis telah menyunting makalahnya sendiri, sebaiknya dia meminta kepada temannya untuk membaca makalah tersebut, kemudian meminta memberikan gagasan, saran,  kritik, perbaikan, perubahan, dan bentuk perbaikan lainnya. Langkah ini penting karena kadang-kadang penulis telah merasa benar dengan karyanya, tetapi tatkala dibaca orang lain, ia memiliki banyak kelemahan.
  
Menyempurnakan makalah
Jika berbagai bentuk perbaikan, saran, dan kritik teman itu benar, argumentatif, dan objektif, langkah berikutnya adalah memperbaiki dan menyempurnakan makalah. Baca kembali makalah itu dari awal sampai akhir hingga tidak dijumpai lagi kesalahan atau kekeliruan yang mengganggu pemahaman pembaca.
Daftar Rujukan


Blogspot.com. 2009.  Tips Menulis Makalah, (online), (http://gudangmakalah. blogspot. com/2009/01/tips-menulis-makalah.html, diakses 20 Februari 2009).

Saukah, Ali dan Mulyadi Guntur Waseso (ed.). 2006. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah. Malang: UM Press.
Universitas Negeri Malang. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Edisi Keempat. Malang: UM Press.

Wordpress.com. 2008.  Penulisan Paper dan Makalah Akademik, (online) (http://myenglish01.wordpress.com/2008/07/15/penulisan-paper-dan-makalah-akademik, diaakses 20 Februari 2009).

Contoh presentasi sejarah bahasa indonesia

Berikut ini adalah salah satu tugas mata kuliah bahasa indonesia, yaitu berbicara tentang sejarah bahasa indonesia.
File presentasi berupa gambar-gambar yang menjadi poin-poin penting sejarah perkembangan bahasa indonesia, untuk penjelasannya dapat dilihat di wikipedia.

Silahkan download presentasi disini:

Sabtu, 02 November 2013

CRITICAL REVIEW JURNAL TENTANG PENCEMARAN LINGKUNGAN

I.              TOPIK PENELITIAN
A.    Tinjauan
1.      Jurnal 1
“KEMAMPUAN SISTEM SARINGAN PASIR-TANAMAN MENURUNKAN NILAI BOD DAN COD AIR TERCEMAR LIMBAH PENCELUPAN”
Pembahasan berorientasi pada cara penanggulangan tercemarnya air dengan menggunakan saringan.
2.      Jurnal 2
STUDY OF POLLUTANT DISTRIBUTION IN BENOA BAY USING NUMERICAL SIMULATION AND SATELLITE DATA
Pembahasan berorientasi pada penyebab euthrofikasi.
B.     Kritik
Dilihat dari pembahasan yang berbeda dari kedua jurna tersebut, merupakan suatu pengetahuan yang saling melengkapi. Kedua jurnal ini sangat penting, satu menunjukkan penyebab suatu ingkungan air tercemar, sedangkan jurnal ainnya menujukkan cara baru dalam menanggulangi pencemaran tersebut dengan menggunakan saringan khusus.


II.          LATAR BELAKANG
A.    Tinjauan
1.      Jurnal 1
Perairan yang diteliti telah terpolusi, disini dilakuka peneitian untuk menanggulangi polusi tersebut dengan menggunakan saringan khusus yang dibuat dengan ukuran khusus dan diletakkan pada kedalaman tertentu pula.
2.      Jurnal 2
Benoa Bay adalah tempat penelitian pada jurnal ini. Tempat tersebut adalah tempat terkenal di pulau bali, disana terjadi pembangunan yang cepat, tempat berkumpunya turis, dan menjadi pusat transportasi. Daerah tersebut juga dapat dikategorikan sebagai daerah kepulauan (memiliki perairan yang hampir sama banyaknya dengan luas daratannya), akan tetap perairan tersebut beberapa saat ini mengalami euthrofikasi dan merugikan organisme di ingkungan tersebut.
B.     Kritik
Latar belakang yang diungkapkan pada kedua jurnal tersebut tepat untuk dilaksanakan suatu penelitian. Dengan fokus perhatian yang dapat dikatakan saling mengisi, jurnal yang membahas tentang penyebab terjadinya polusi ini akan dapat sedikitnya terbantu oleh jurnal lainnya untuk meneiti cara menanggulangi polusi tersebut.


III.       TUJUAN PENELITIAN
A.    Tinjauan
1.      Jurnal 1
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif dan efisienkah penggunaan saringan khusus untuk menanggulangi polusi air.
2.      Jurnal 2
Tujuan yang diusung oleh jurnal ini adalah untuk megetahui penyebab tercemarnya air, distribusi polusi fosfat, da tota luasnya pencemaran.
B.     Kritik
Tidak ada yang salah dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan masing-masing jurnal tersebut. Tujuan-tujuan tersebut memang sangat penting untuk dicapai mengingat permasalahan yang terjadi adalah permasalahan yang telah  memakan waktu cukup lama, kritik untuk jurnal kedua adalah akan lebih baik apabila disertai pula metode penanggulangannya.

IV.       METODE PENELITIAN
A. Tinjauan
1. Jurnal 1
Metode penelitian pada jurnal ini membahas tentang tempat dan waktu penelitian, bahan dan alat penelitian, parameter yang diamati dan cara pengumpulan data.
2. Jurnal 2
Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pengumpuan data dan analisisnya, dimana data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder..
B. Kritik
Metode penelitian yang dipergunakan pada kedua jurnal ini bagus, meskipun apresiasi perlu ditunjukkan kepada metode penelitian jurnal kedua karena menggunakan fasiitas satellite, akan tetapi ada beberapa saran yang ditujukan untuk jurnal kedua, yaitu metode penelitiannya yang kurang, seharusnya ditambahi dengan proses pengolahan limbah tersebut.



V.          HASIL DAN BAHASAN PENELITIAN
A.    Tinjauan
1.      Jurnal 1
Hasil memuaskan dicapai pada penelitian yang dilakukan untuk menerbitkan jurnal ini, hasil-hasi tersebut diantaranya menunjukkan lama proses penyaringan 20 hari menunjukkan rata-rata penurunan BOD sebesar 93,63% dengan nilai 5,79 yaitu dibawah baku mutu air golongan B, juga memberikan nilai COD sebesar 58,57 masih berada di baku mutu air golongan B dengan efektivitas penurunan sebesar 56,50%.
2.      Jurnal 2
Hasil dan pembahasan penelitian pada jurnal ini menunjukkan tingkat arus tidal yang buruk, beberapa fakta terungkap tentang buruknya polusi air dikarenakan fosfat dan arus tidal yang buruk. Beberapa gambar yang menunjukkan modell tekstur arus yang menggunakan persamaan 2 dimensi untuk menunjukkan kedalaman hasil hampir sama dengan meode in-situ, diketahui pula arus tidal maksimum mencapai 0,86 meter per detik. ALOS/AVNIR pun menunjukkan pemetaan yang bagus terhadapat distribusi sedimen..
B.     Kritik
Masing-masing jurnal tersebut memiliki hasil dan pembahasan yang bagus. Pada jurnal pertama, hasil dan pembahasannya cukup bagus, menunjukkan hasil yang benar-benar memuaskan, akan tetapi perlu diteliti lebih lanjut utuk memperbaiki kadar COD yang masih berada di baku mutu air golongan B. Sedangkan paada jurnal 2, hasil dan pembahasannya terlalu padat, meskipun memang ituah tujuan dari penelitian pada jurna ini, akan lebih baik jikalau ditambahi dengan solusi-solusi untuk penanggulangan polusi ini.



ABSTRAK JURNAL 1
Limbah pencelupan memberi andil yang besar terhadap pencemaran badan air khususnya di Denpasar dan sekitarnya. Limbah dengan karakteristik mengandung zat warna, detergen dan bersifat asam yang dilepas akan menimbulkan dampak degradasi lingkungan dalam spektrum waktu yang panjang. Tidak adanya upaya penerapan standar unit pengolahan limbah menimbulkan dampak pencemaran dan rusaknya lingkungan yang kian meluas.Unit pengolahan limbah diterapkan dengan pertimbangan teknologi dengan skala kecil dan terjangkau oleh masyarakat secara luas (terutama industri kecil), terpadu dengan konsep taman (penghijauan dan estitika).
Sistem penyaringan dibuat berukuran 100 x 50 cm2 dengan kedalaman 40 cm yang dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran (sampling port). Dengan susunan bahan terdiri dari lapisanlapisan dari bawah keatas berturut-turut kerikil kasar setebal 5 cm, ijuk 5 cm, campuran pasir halus setebal 25 cm, ijuk 5 cm dan batu bata atau batu apung setebal 10 cm. Tanaman digunakan jenis teles-talesan yang tahan pada kondisi basah ditanam guna menciptakan risosfer akar untuk pertumbuhan mikroba perombak maupun sebagai penyerap.
Nilai BOD mengalami penurunan selama proses penyaringan. Penurunan terjadi pada ketiga retensi waktu 3, 10 dan 20 hari. Pemajangan dengan retensi waktu 20 hari memberikan nilai BOD terendah yaitu rata-rata 5,79 ( dibawah baku mutu air golongan B). Lama proses penyaringan 20 hari memiliki persen efektivitas tertinggi (nilai COD terendah) yaitu 58,57 sedangkan dengan lama proses penyaringan 10 hari menurunkan nilai COD hingga sebesar 61,38 dan memiliki hasil yang berbeda dengan lama penyaringan 3 hari yaitu sebesar 76,68. Bak penyaringan pada penelitian ini belum mampu menurunkan nilai COD hingga dibawah baku mutu air golongan B maupun D. Sementara lama proses penyaringan 3, 10 dan 20 hari menunjukan sedikit kecenderungan peningkatan nilai pH masing-masing 6,87, 6,97 dan 7,00.



ABSTRAK JURNAL 2
Euthrofication that caused by nitrate and phosphate contamination and also sedimentation process is the main problem that took place in Benoa Bay Territorial water. The distribution of phosphate pollutant in Benoa bay territorial water was modeled by numeric of Princeton Ocean model (POM). The input of this pollutant model were a tidal current pattern, M2 tidal current residue, biological factor, physic and chemistry, that influenced pollutant concentration. Meanwhile, the sedimentation concentration was mapped with ALOS AVNIR-2 sensor image satellite and this image was analysed with statistic method (Linear Regression).
The result of phosphate modeling concentration was 0.1 mg/1 to 0.0022 mg/1, where the concentration was categorized very hazardous to the territorial water environment. Because the phosphate concentration in a pollutant resources was beyond the standard level of environmental quality, that was 0.015 mg/1 for fishery cultivation and also tourism activity (Bali Governor Regulation No.8th 2007). While, the direction of the distribution was affected by current pattern of movement, that was when the ebb level of high water moving into the bay and when the ebb to high tide moving out of the bay.
The result of statistic approaches with ALOS of AVNIR-2 censor can be used for mapping sedimentation distribution advantages in Benoa Bay. The values were: R2 Band 1 is 0.3839, Band 2 is 0.6123 and Band 3 is 0.5468. In this methodology, the correlation was not significant, due to, the quantity of in-situ data was small and the time research was not at the same time with satellite data.




SUMBER
Suyasa, I W. Budiarsa. 2007. Kemampuan Sistem Saringan Pasir-Tanaman Menurunkan Nilai Bod dan Cod Air Tercemar Limbah Pencelupan. Udayana. Diunduh dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=40754&idc=27. (Pada !5 Oktober 2012)
Ardana, Komang. 2007. Study Of Pollutant Distribution In Benoa Bay Using Numerical Simulation And Satellite Data. Bali. Diunduh dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/

Life Cycle Analisys Produk PENSIL

Berdasarkan ISO 14040 dan 14044 standards, life-cycleanalysisdilaksanakan dalam empat langkah utama (Moya. 2011). Empat langkah utama tersebut dijelaskan seperti berikut ini.
1.        Tujuan dan Cakupan (Goal and Scoping)
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis siklus hidup suatu produk, dimana telah ditetapkan beberapa batasan untuk mempermudah menyelesaikan tulisan ini. Analisis yang akan dibahas merupakan analisis dari semua hal yang berhubungan dengan produk ini seperti bahan-bahan pembuatan, proses pembuatan, maupun bahan sisa pembuatan dan penggunaan produk tersebut. Secara garis besar, hal-hal yang akan dibahas dijelaskan pada bab ini.
Batasan produk yang dibahas adalah produk sehari-hari, produk yang akan dibahas kali ini ada Pensil.Pensil adalah alat tulis dan lukis, dimana penulisan tersebut dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media (Anonimous. 2012).alasan mengapa memilih produk ini adalah karena kegunaannya sebagai alat tulis bagi manusia khususnya pelajar, dan bahan serta proses pembuatannya sangat mungkin dapat menimbulkan dampak lingkungan.
Bahan dan alat yang dipergunakan untuk memproduksi pensil sendiri terdiri dari berbagai macam bahan yang dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Bahan-bahan tersebut diantaranya grafit murni, tanah liat, air, sistem pembakaran, sistem pendinginan, mesin pencetak, kayu, dan lain-lain (Anonimous. 2012).
Proses pembuatan pensil menurut wikipedia (2012) adalah dibuat dengan menghancurkan grafit murni dan tanah liat menjadi bentuk bubuk. Campuran ini kemudian diberi air, dianginkan, dan kemudian dibakar selama tiga hari. Kemudian isi pensil yang telah dicetak menjadi bentuk yang panjang dan tipis dilapisi dengan kayu halus.
2.        Analisis Inventori (Inventory Analisys)
Analisis inventori merupakan bagian LCA yang berisi inventori input yang berupa energi maupun bahan baku, dan output (Moya. 2011).
Input pada pembuatan pensil diantaranya adalah:
·           Grafit: Termasuk jenis karbon, berwarna hitam dan kusam, cukup lunak untuk meninggalkan bekasnya pada kertas, konduktor listrik yang sangat baik, dan alotrop (Anonimous. 2012).
·           Tanah Liat: kumpulan mineral-mineral silikat hidrous yang mengandung unsur-unsur alumina, besi, alkali, dan alkali tanah. Secara megaskopis lempung menunjukkan kenampakan warna abu-abu kekuningan sampai coklat dan memiliki ukuran butir yang sangat halus (Beddum. 2010).
·           Air: substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik (Fauziah. 2011)
·           Frezer (Peralatan untuk mendinginkan):Sebuah perangkat serupa yang mempertahankan suhu di bawah titik beku air (Anonimous. 2011).
·           Kayu:bahan yang kita dapatkan dari tumbuh-tumbuhan (pohon-pohonan/trees) dan termasuk vegetasi alam (Azwar. 2008).
Output yang dihasilkan dari bahan-bahan diatas apabila telah melalui proses-proses tertentu adalah pensil konvensional, meskipun olahan dari campuran grafit dan tanah liat dapat digunakan pada pensil mekanik juga, akan tetapi batasan produk yang membahas produk berupa pensil konvensional seperti pada gambar berikut:

Gambar Pensil
Dari output diatas, hal yang dapat menyebabkan dampak lingkungan adalah terbuangnya kayu-kayu sisa serutan pensil.dimana kayu-kayu tersebut hanya berakhir di tempat pembuangan saja, ini berarti penebangan hutan untukmenghasilkan kayu pensil hanya terpakai saat menjadi pensil dan terbuang setelahnya.

3.        Penakaran Dampak (Impact Assessmenr)
Penakaran dampak adalah untuk memperkirakan dampak lingkungan dari semua input dan output yang sudah terkumpul dalam inventaris (Moya. 2011). Sesuai dengan inventaris pada poin 2, perkiraan dampak lingkungan dari setiap input adalah sebagai berikut:
·           Grafit: Dari sifatnya yang cukup lunak untuk meninggalkan bekasnya pada kertas, juga tidak memungkiri untuk meninggalkan bekasnya pada tangan manusia, meskipun grafit yang digunakan untuk membuat pensil tidak mengandung timah yang dapat membahayakan manusia, akan tetapi sisa kotoran tersebut akan sulit dihilangkan dari kulit manusia apabila terkena dengan tusukan atau dengan jangka waktu yang cukup lama (tidak dibersihkan dalam waktu lama), serta dapat mengotori benda yang dipegang.
·           Tanah Liat: Bahan ini sebenarnya tidak menimbulkan dampak yang besar terhadap lingkungan, dampak yang paling utama yang dapat dilihat dari bahan ini adalah proses eksploitasinya. Tidak sebesar exploitasi bahan tembang seperti emas dll, akan tetapi exploitasi ini apabila dilakukan dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan lingkungan seperti longsor dan lain sebagainya.
·           Air: Pada proses pembuatan pensil, air digunakan sebagai pembersih bahan-bahan dan sebagai katalis dari pembuatan isi pensil. dengan fungsinya seperti itu, tentu apabila tidak disaring saat pembuangan, tentiu akan membawa bahan-bahan yang cukup berbahaya, juga membuat kondisi fisik air yang keruh yang tentunya akan mencemari lingkungan sekitar.
·           Frezer (Peralatan untuk mendinginkan): Sesuai dengan alat pendingin pada umumnya, pada alat pendingin ini juga akan menyebabkan menipisnya ozon.
·           Kayu: Kayu menjadi bahan utama (setelah grafit dan tanah liat) yang cukup memberikan dampak besar pada lingkungan, berdasarkan data yang diambil dari world.mogabay.com, Jumlah hutan-hutan di Indonesia sekarang ini makin turun dan banyak dihancurkan berkat penebangan hutan, penambangan, perkebunan agrikultur dalam skala besar, kolonisasi, dan aktivitas lain yang substansial, seperti memindahkan pertanian dan menebang kayu untuk bahan bakar. Luas hutan hujan semakin menurun, mulai tahun 1960an ketika 82 persen luas negara ditutupi oleh hutan hujan, menjadi 68 persen di tahun 1982, menjadi 53 persen di tahun 1995, dan 49 persen saat ini. Bahkan, banyak dari sisa-sisa hutan tersebut yang bisa dikategorikan hutan yang telah ditebangi dan terdegradasi (Butler. 2010). Dengan fakta seperti itu, penggunaan kayu terus menerus sebagai bahan pembuat pensil akan sangat berdampak buruk pada lingkungan. Apalagi kayu-kayu sisa serutan pensil akan terbuang sia-sia.
Dampak paling besar yang dapat dihasilkan dari suatu output pensil adalah kayu sisa serutan, kayu tersebut hanya terbuang. Penebangan hutan yang digunakan untuk membuat pensil tidak akan mengalami suatu siklus, hanya akan terbuang setelah digunakan sebagai pensil.

4.        Interpretasi atau Analisis Perbaikan (Improvement Analisys)
Dari data-data dan analisa diatas, dapat ditarik suatu interpretasi bahwa bahan-bahan baku yang digunakan untuk membuat pensil konvensional akan berdampak buruk pada lingkungan, terutama pemakaian kayu sebagai pelapis luar pensil yang menjadi lebih kurang 60 persen bagian pensil. Penggunaan kayu ini akan mengurangi jumlah hutan di Indonesia, apalagi kayu-kayu tersebut akan terbuang percuma sebagai sisa serutan pensil
Analisis perbaikan pertama yang disarankan untuk mengurangi dampak limbah ini adalah dengan melanjutkan siklus hidup elemen pensil berupa kayu tersebut. Kayu yang biasanya hanya terbuang, dapat dikumpulkan kembali pada pabrik,bias dengan dilakukan pembelian terhadap kayu sisa serutan.dimana kayu sisa tersebut dapat diolah kembali menjadi kayu olahan (seperti kertas daur ulang), kayu tersebut nantinya dapat digunakan kembali sebagai pembungkus pensil.
Analisis perbaikan yang kedua dapat disarankan adalah dengan menghentikan produksi pensil konvensional, dan mengalihkan pada produksi pensil mekanik, meskipun pensil mekanik juga memiliki banyak dampak buruk terhadap lingkungan karena bahan-bahan serta roses yang digunakan syarat akan kimiawi, akan tetapi hal tersebut akan mengurangi permasalahan utama dunia ini tentang pwmanasan global, yaitu dengan melestarian hutan.



DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 2011. Pengertian Kulkas dan Sejarahnya. http://jelajahiptek.blogspot.com. (Diakses pada 14 Desember 2012)
Anonimous. 2012. Alotrop. http://id.wikpedia.org (Diakses pada 14 Desember 2012)
Anonimous. 2012. Pensil. http://id.wikpedia.org (Diakses pada 14 Desember 2012)
Azwar. 2008. Pengertian Kayu. http://azwaruddin.blogspot.com. (Diakses pada 14 Desember 2012)
Beddum. 2010. Tanah Liat. http://obdum.blogspot.com. (Diakses pada 14 Desember 2012)
Butler, Rhet. 2010. Indonesia: Profil Lingkungan. http://world.mongabay.com. (Diakses pada 14 Desember 2012)
Fauziah, Ima. 2011. Urgensi Air. http://industri17imafa.blog.mercubuana.ac.id. (Diakses pada 14 Desember 2012)
Moya. 2011. Life Cycle Analysis (Analisis Daur Hidup). http://moyajangan.blogspot.com (Diakses pada 14 Desember 2012)